Kegagalan adalah Proses Pendewasaan Diri

 


    Orang bijak mengatakan bahwa lebih baik berbuat sesuatu walaupun itu salah, daripada tidak berbuat sama sekali. Ketika memutuskan berbuat sesuatu, kita sudah memahami akibatnya, sukses atau gagal. Namun, apapun yang terjadi, akhirnya kita sudah melakukan dua langkah berani; berani berbuat dan menerima risiko jika gagal.

    Memang, kegamangan akan selalu ada ketika akan memulai sesuatu. Ada perasaan khawatir akan gagal. Kebiasaan buruk kita adalah mengedepankan rasa takut daripada berani. Merasa terlalu berat, padahal belum mencoba dan menyerah sebelum bertanding. Ini tanda bahwa mental kita lemah.

    Tidak perlu takut gagal karena siapapun orangnya pasti pernah gagal. Camkan hal ini! Sekali lagi, harus kita pahami bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Bahkan, orang paling berhasil adalah orang yang paling sering mengalami kegagalan. Tidak ada orang yang langsung berhasil tanpa pernah sekalipun gagal.

    Kita harus menerima kegagalan dengan hati lapang karena kegagalan itu adalah proses menuju sukses. Justru, kita harus merasa cemas jika merasa tidak pernah gagal. Jangan-jangan, sebenarnya kesuksesan itu adalah kegagalan yang tidak kita sadari. Sebab, kondisi tidak pernah gagal menyalahi kodrat kehidupan karena itu tidak akan pernah terjadi.

    Kita akan berhasil jika belajar dari kegagalan. Semakin besar harapan kita, semakin kuat tekad untuk berhasil. Kita baru bisa berhasil jika mau belajar dari kegagalan. Kegagalan adalah proses pendewasaan diri. Semakin sering kita mengalami kegagalan, semakin dewasalah alam pikiran kita, dan kedewasaan berpikir adalah pintu pembuka menuju kesuksesan.

    Hal yang harus kita pahami, disamping menyadari bahwa kegagalan merupakan proses menuju berhasil adalah tidak ada jalan pintas untuk berhasil. Kata berhasil sudah menyiratkan adanya tangga demi tangga yang harus dilalui. Tidak ada proses sekali jadi bagi kesuksesan. Hendaknya, kata kunci itu kita pahami dengan baik agar tidak terburu nafsu untuk menikmati kesuksesan secara instan. Padahal, sebenarnya kita belum sukses.

    Ada sebagian orang yang mengambil jalan pintas untuk sukses, tidak mau melewati tangga-tangga kegagalan. Ini adalah sesuatu yang tidak mungkin. Sebab, jalan menuju kesuksesan pasti akan melewati kegagalan demi kegagalan. Jika ada orang yang ingin langsung sukses, maka berarti keinginannya itu hanya ada di alam bawah sadarnya.

    Dengan pemahaman hukum kehidupan tersebut, kita akan merasa kuat dan tegar untuk menerima kegagalan demi kegagalan. Kita akan terus melangkah maju tanpa menghiraukan kejatuhan kita yang sudah berkali-kali. Sebab, pada akhirnya, jika terus melangkah, maka kita akan sampai di tujuan.

    Orang hanya akan gagal selam hidupnya apabila setiap kali jatuh, bukannya bangkit, kemudian berjalan lagi, tetapi bangkit untuk balik pulang. Begitu seterusnya, sehingga ia tidak bisa mengambil hikmah dari kegagalan tersebut. Ketakutannya akan gagal itu dibiarkan terus tumbuh, tidak dilawan dengan terus melangkah.

    Kesuksesan itu hanya akan mendekati orang-orang yang baik secara lahir maupun batinnya, sudah siap sukses. Salah satu karakter positif orang seperti itu adalah menganggap kegagalan sebagai pelajaran berharga. Dari kegagalan itu, ia bisa belajar, sehingga mampu keluar sebagai pemenang dari persoalan yang sama.

    Sukses hanya akan datang kepada orang-orang yang tidak pernah gentar melawan kegagalan. Jika ada batu dijalan, bukan lantas balik haluan, tetapi batu itu disingkirkan agar tidak merintangi jalan. Orang yang sukses itu memiliki karakter seperti air. Air tidak pernah mundur, meskipun ada karang kokoh didepannya.

    Jika merasa dirinya tidak cukup kuat untuk melawan rintangan itu, maka bukannya lantas lari ketakutan. Ia juga tidak memaksakan diri untuk melawan bila mengetahui bahwa akhirnya akan kalah, tetapi mencari celah-celah yang bisa dimasuki agar bisa terus mengalir sampai ke tujuan. Air memiliki kekuatan maha dahsyat dibalik kelembutannya.

    Konon, segala sesuatu di muka bumi mematuhi hal yang dinamakan hukum kelelahan bahan; kejenuhan. Bukan manusia saja yang merasa jenuh, kegagalan pun ada titik jenuhnya. Sebagai manusia, kita harus menyabarkan diri menunggu hingga kegagalan itu sampai pada titik jenuhnya.

    Namun, titik jenuh itu tidak akan ada jika tidak kita goda berkali-kali. Ini seperti kita mencoba merayu gadis. Sekali hingga dua kali, ia masih menolak. Namun, bila kita berusaha dengan gigih, maka semakin lama, ia akan luluh juga.

Komentar

  1. makin dewasa makin banyak yang harus di jalanin makin berat

    BalasHapus
  2. Apapun yang terjadi tetaplah bersemangat

    BalasHapus
  3. terimakasih banyak informasinya

    BalasHapus
  4. Tanpa kata gagal, berhasil tak ada artinya, kegagalan memang hal yang kadang sulit diterima, tapi perjuangan bakal seru ngga sih kalo gada peristiwa gagal, menurutku kurang menantang sih

    BalasHapus
  5. jangan takut gagal, karna kalo kita takut gagal kita gaakan bisa maju. gapapa gagal setelah itu kita bangkit lagi untuk mencapai apa yg sudah kita targetnya☺

    BalasHapus
  6. Takut gagal boleh tapi jangan takut untuk bangikit lagi yaaaa

    BalasHapus

Posting Komentar